Chelsea Perlu Pembuktian, Barcelona Perlu Kekalahan
Thursday, 19 April 2012 | Oleh: Ruli Susanto - depoknews.com | 414 Kali Dibaca
depoknews.com | Partai Kedua Semifinal Liga Champions 2012 yang mempertemukan Chelsea dengan Barcelona telah tutup cerita. Pada pertandingan Leg Pertama yang digelar di Stamford Bridge, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dinihari WIB tersebut, The Blues dengan sentuhan pelatih caretakernya Roberto Di Matteo, berhasil meredam agresivitas Lionel Messi Cs untuk akhirnya meraih kemenangan 1-0 lewat gol Didier Drogba pada akhir babak pertama . Kemenangan ini merupakan modal berharga bagi Chelsea untuk melakoni pertandingan Semifinal Leg kedua di Camp Nou satu minggu ke depan.
Dalam laga yang berlangsung ketat itu, walaupun bertindak sebagai tuan rumah, Chelsea menerapkan permainan bertahan untuk meredam gelombang serangan Barcelona dan mengkombinasikan dengan serangan balik yang cepat untuk berusaha mencetak skor. Strategi itu ternyata efektif, karena gol tunggal kemenangan Chelsea yang dicetak oleh Didier Drogba lahir dari skema tersebut.
Secara keseluruhan, Barcelona sebagai tim tamu justru menguasai pertandingan, walaupun diwarnai guyuran hujan dan lapangan yang basah. Dari data statistik UEFA tercatat Barcelona menguasai bola sebanyak 72 persen dan menciptakan enam peluang emas dari 24 usaha. Sementara The Blues hanya mampu menguasai bola sebanyak 28 persen, dengan hanya memiliki satu-satunya peluang emas yang dikonversi menjadi gol, dari lima usaha yang tercipta.
Namun, itulah sepakbola. Cerita yang melingkupinya bukan hanya tentang data dan statistik dalam 90 menit pertandingan. Drama tentang perjalanan serta perjuangan suatu klub untuk bangkit atau meraih kejayaan juga menjadi daya tarik tersendiri. Seluruh kompetisi dan turnamen yang digelar seolah menjadi panggungnya dan setiap pertandingan laksana ajang pembuktian.
Chelsea yang sempat terpuruk, saat ini tengah berjuang untuk bangkit demi mengembalikan citranya sebagai salah satu tim elit di jagad sepakbola dunia. Di bawah kepemimpinan Roberto Di Matteo yang bahkan sampai saat ini belum menjadi pelatih kepala, The Blues mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Meraih 10 kemenangan dari 12 laga bersama pelatih barunya, Chelsea kembali ke dalam persaingan memperebutkan zona Eropa di Liga Primer, berpeluang mengangkat trofi di ajang Piala FA dan kemenangan atas Barcelona di Semifinal Leg Pertama juga membuka peluang untuk meraih trofi bergengsi Liga Champions.
Sementara Barcelona adalah tim dengan pencapaian luar biasa saat ini. Sanjungan dan pujian dari berbagai kalangan tak henti mengalir deras seolah melambungkan Barcelona setinggi langit, yang justru bisa menjadi bumerang karena bisa membuat mereka lengah, lupa dan tak lagi menginjak bumi. Kekalahan menjadi hal yang dibutuhkan Barcelona agar para punggawanya tidak terlalu terbius dengan kemenangan dan kejayaan.
Kemenangan Chelsea atas Barcelona dengan Skor 1-0 adalah hasil yang dramatis buat kedua tim. Disatu sisi Chelsea dan Roberto Di Matteo perlu pembuktian, sedangkan di sisi lain Barcelona perlu (sedikit) disegarkan dengan kekalahan.
( ruli/dn)



